1. Dekat dengan Tuhan
Dengan mendekatkan diri dengan Tuhan kita bisa berbagi cerita, berkeluh kesah, berdoa, sehingga
membuat kita merasa nyaman, dan selalu dalam keadaan tenang.
2. Melihat orang di bawah
Ketenangan jiwa akan diperoleh jika kita senantiasa bersyukur atas segala pemberian tuhan,
meskipun tampak sedikit. Rasa syukur itu akan muncul bila kita senantiasa melihat orang-orang
yang kondisinya lebih rendah dari kita, baik dalam hal materi, kesehatan, rupa, pekerjaan dan
pemikiran. Betapa banyak di dunia ini orang yang kurang beruntung. Rasa syukur itu mendatangkan
ketenangan jiwa.
3. Sikap Dermawan
Ringan tangan, suka menolong, dan dermawan Tidak melihat diri. Tidak melihat apa yang telah dia
keluarkan bagi orang lain. Bermanfaat bagi orang banyak. Ternyata, sikap dermawan itu bisa
mendatangkan ketenangan jiwa. dengan banyak memberi akan menjaga kestabilan jiwa kita
sehingga bisa membuat diri kita tenang.
4. Menjaga Pergaulan
Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan jalinan hubungan
yang baik dengan manusia lain. Berbagai kebutuhan hidup takkan mungin bisa diraih tanpa adanya
bantuan dari orang lain.
Karenannya, akan lebih baik jika kita untuk tetap menjalin Pergaulan, sekalipun terhadap orang
yang melakukan permusuhan, Hubungan yang baik di dalam keluarga,Rekan Bisnis, suatu
komunitas, maupun dengan tetangga akan menciptakan ketenangan, kedamaian dan kemesraan.
Hubungan yang baik itu juga akan sangat efektif untuk menanggulangi berbagai persoalan yang
berkembang di masyarakat.
5. Selalu Berkata jujur
Hidup ini harus dijaga agar senantiasa berada di atas jalan kebenaran. Kebenaran harus
diperjuangan. Pelanggaran terhadap kebenaran akan mendatangkan kegelisahan. Ketenangan jiwa
akan tergapai bila kita tidak melanggar nilai-nilai kebenaran. Sebaliknya, pelanggaran terhadap
kebenaran akan berpengaruh terhadap ketenangan jiwa. Lihat saja orang-orang kerap berbuat
maksiat, kehidupannya diliputi kegelisahan.
6. Tidak peduli celaan orang
Salah satu faktor yang membuat jiwa seseorang tidak tenang adalah karena selalu mengikuti
penilaian orang terhadap dirinya. Terombang ambing oleh sikap dan
Sedangkan seseorang akan memiliki pendirian yang kuat jika berpegang kepada prinsip-prinsip yang
datang dari Tuhan. Betapa melelahkannya hidup ini bila segala hal yang ada di dunia ini kita ikuti.
7. Tidak mengemis
"Tangan di atas (memberi) lebih mulia dari tangan di bawah" adalah hadits rasulullah yang
memotivasi setiap mukmin untuk hidup mandiri. Tidak tergantung dan meminta-minta kepacla
orang lain. Sebab, orang, yang mandiri, jiwanya akan kuat dan sikapnya lebih berani dalam
menghadapi kehidupan. Sebaliknya, orang yang selalu meminta-minta menggambarkan jiwa yang
lemah. Hal ini tentu membuat batin tak nyaman.
8. Menjauhi Utang
Orang yang berutang akan senantiasa dihantui ketakutan, karena ia dikejar-kejar untuk segera
melunasinya. Inilah salah satu faktor yang membuat banyak orang mengalami tekanan jiwa.
Hendaklah kita menjauhi utang, karena utang itu menjadi beban pikiran di malam hari dan rasa
rendah diri di siang hari.
9. Menambah Ilmu
Menambah ilmu. Wawasan menjadi luas, tidak berpikiran sempit. Kapan dan dimana pun kita adalah
tholib (pencari ilmu). Tidak merasa puas diri ibarat merasa besar di dalam akuarium kecil. Di atas
orang yang alim ada yang lebih alim lagi.
10. Optimistis
Optimistis. Percaya diri. Tidak berputus asa. Pantang menyerah. Ibarat dian yang tak kunjung
padam. Betapapun rintangan menghadang. Tentu, setelah kiat-kiat tersebut di atas dilaksanakan.
Sebab, optimisme tanpa kerja keras tak ubahnya mimpi.
11. Selalu berpikir positif
Mengapa seseorang mudah stress? Salah satu faktornya karena ia selalu diliputi pikiran-pikiran
negatif. Selalu mencela dan menyesali kekurangan diri. Padahal, setiap kita diberikan oleh Allah
berbagai kelebihan. Ubahlah pikiran negatif itu menjadi positif.
No comments:
Post a Comment